Share To

Kecelakaan Adam Air Dilihat Dari Sudut Pandang Mistik

Kecelakaan Adam Air

Kecelakaan Adam Air Dilihat Dari Sudut Pandang Mistik, Supranaturaljokowi.com - ADAM AIR sejumlah paranormal ternama menyatakan siap memberikan bantuan untuk menemukan keberadaan pesawat Adam Air yang hilang melalui kemampuan mereka meneropong alam gaib.

Jika diminta saya siap memberikan bantuan dengan kemampuan saya,” tandas paranormal kondang, Ki Kusumo saat dihubungi Pos Kota, Rabu (3/1) sore.

Menurut Ki Kusumo, peristiwa kecelakaan pesawat ini sudah diramalnya yang disiarkan beberapa infotainmen untuk menerawang tahun baru 2007. “Paginya ramalan saya muncul di teve, sorenya tersiar kabar ini,” katanya.

Dikatakannya, saat ini Pesawat Adam Air berada di atas air dan selalu bergerak. Dikatakannya, posisi pesawat pada hari Selasa (2/1) lalu masih sekitar 1 Km dari yang banyak diperkirakan di pegunungan di Sulawesi itu. “Tapi pesawat memang tidak terlihat karena terapung dan terus bergerak,” katanya.

Ki Kusumo juga mengatakan, para penumpang yang tadinya masih hidup tertimpa masalah kelaparan. “Tapi kebanyakan kita akan menyaksikan tubuh-tubuh yang terpisah-pisah,” katanya.

Tak Bisa Mendarat Di Laut

Ki Joko Bodo memperkirakan pesawat Adam Air jatuh di rawa-rawa di pesisir Pulau Sulawesi. Menurut teropong bathin paranormal kondang ini, pilot tadinya berniat mendarat darurat di laut.

Saya melihat pilot sudah berusaha untuk mendaratkan pesawat ke laut. Namun karena kondisi pesawat yang sudah tua, pilot memilih mendarat di darat di suatu tempat yang sulit di jangkau. Saya perkirakan pesawat jatuh di rawa-rawa,” kata Ki Joko Bodo kepada Pos Kota Rabu sore (3/1) kemarin.

Ki Joko Bodo mengatakan, pesawat jatuh tidak jauh dari tepi pantai. “Sekitar Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Semua penumpang Adam Air dipekirakan meninggal dunia,” papar Ki Joko Bodo.

Meski begitu, Ki Joko Bodo memperkirakan tidak lama lagi pesawat Adam air yang nahas itu akan ditemukan. “Karena daerah jatuhnya pesawat sulit dijangkau membuat tim SAR atau penduduk sulit menemukan bangkai pesawat. Menurut saya, tak lebih dari 10 hari pesawat itu akan ditemukan,” ungkap Ki Joko Bodo meyakinkan.

Lokasi Sulit Di Jangkau

Menurut pandangan batin paranormal Mas Haryo Panuntun pesawat Adam Air jatuh di jurang yang cukup dalam di daerah pegunungan di Sulawesi Barat.

Jangankan manusia, helikopter saja sulit menjangkaunya. Untuk bisa mengevakuasi para korban hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki,” kata Mas Haryo Panuntun pada Pos Kota Rabu (3/1) kemarin.

Meski lokasi pesawat bisa ditemukan, namun menurut mata batin Mas Haryo Panuntun semua penumpang telah meninggal dunia. “Saya melihat semua penumpang meninggal. Itu tidak lain karena sulitnya daerah tempat pesawat Adam Air jatuh,” katanya.

Walau sulit dijangkau, namun Mas Haryo Panuntun memperkirakan dalam waktu yang tidak akan lama lagi pesawat akan segera ditemukan. “Kaca mata batin saya mengatakan dalam waktu yang tidak lama lagi pesawat Adam Air yang nahas itu akan segera ditemukan Tim SAR. Tapi ya itu tadi, sangat sulit dijangkau,” paparnya.

Kronologi Jatuhnya Pesawat AdamAir di Majene

Supranaturaljokowi.com - Tragedi jatuhnya pesawat AdamAir di perairan Majene, Sulawesi Barat, terjadi lebih dari setahun lalu. Meski demikian kemirisannya masih terasa hingga sekarang.

Pesawat Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan DHI 574 yang melayani rute penerbangan Surabaya-Manado telah siap di Bandara Juanda Surabaya pada Senin 1 Januari 2007. Pukul 05.59 UTC atau 12.55 WIB pesawat tersebut lepas landas dengan mengangkut 102 orang.

Diperkirakan pesawat tersebut mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 08.14 UTC atau 16.14 Wita. Namun tiba-tiba pesawat tersebut hilang kontak. Komunikasi terakhir adalah pada pukul 15.07 WITA atau 07.07 UTC. Saat itu, diduga pesawat naas ini berada di sekitar Rantepao, Tator.

"Pesawat PK-KKW ini hilang dari pantauan radar pada ketinggian 35 ribu kaki," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam keterangan pers di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (25/3/2008).

Rekaman flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) baru diketemukan dan diangkat pada 27 dan 28 Agustus 2007. Hasil analisa CVR menunjukkan, pilot mengalami masalah navigasi, sehingga perhatiannya terfokus pada permasalahan inertial reference system (IRS) setidaknya selama 13 menit terakhir penerbangan.

Akibatnya, pilot Kapten Revi Agustian Widodo dan kopilot Yoga hanya memberi perhatian minimal pada flight requirement lainnya, termasuk identifikasi dan usaha melakukan koreksi.

Saat terbang di ketinggian 35 ribu kaki, posisi autopilot adalah on. Untuk mempertahankan sayap pesawat tidak miring, autopilot menahan posisi stir kemudi aileron 5 derajat ke kiri.

Supranatural Jokowi
Bagi anda yang ingin copy paste artikel ini saya ikhlas dengan syarat sertakan Sumber dan Link ini : http://www.supranaturaljokowi.com/2015/03/kecelakaan-adam-air-dilihat-dari-sudut.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar